Menutup 2022: Akhir Tahun Yang Bermanfaat

 <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8746772794323700"

     crossorigin="anonymous"></script>

Apa kabar sahabat? Semoga semua dalam kondisi sehat selalu.

Akhir tahun 2022 sudah di depan mata, tinggal menghitung hari. Selanjutnya kita akan memasuki tahun 2023 dengan tanpa terasa. Apa yang sudah kita selesaikan di tahun ini? Apa justru masih banyak pekerjaan rumah yang tertunda? Mari kita merenung sejenak.

Tahun 2022 di beberapa bulan terakhir terasa banyak muncul musibah yang menimpa sebagian saudara kita di daerah lain. Entah itu bencana banjir, bencana tanah longsor, gempa, erupsi gunung berapi dan lain-lain. Tentu kita semua tidak menginginkan semua itu terjadi. Tapi kehendak Tuhan berkata lain.

Tak banyak yang kita lakukan setelah mendengar sebagian saudara kita tertimpa musibah. Paling hanya bisa mendoakan agar mereka bersabar dan tabah menerima ujian berat tersebut dari Sang Maha Kuasa. Sebagian yang lain yang diberikan keluasan waktu akan terjun langsung ke lapangan membantu mereka yang tertimpa bencana dengan menjadi relawan bencana dalam tim SAR, PMI atau relawan lain dari lembaga nirlaba dalam dan luar negeri.

 Banyak hal yang bisa kita petik dari musibah yang beruntun menimpa negeri tercinta ini, diantaranya:

1). Melatih kesabaran diri

    Dalam banyak hal sering kita mendengar kata sabar. Baik diucapkan di sekolah, di kantor, di tempat kerja, di rumah sakit dan di mana saja. Intinya, kata sabar itu mudah diucapkan namun susah dipraktekkan. Saat suatu daerah tertimba musibah, tak banyak reaksi saudara kita membantu secara fisik, namun kebanyakan hanya kata-kata dalam media sosialnya "teruntuk saudaraku di tempat bencana, bersabarlah...bla...bla..." sulit ya untuk membuktikan dengan perbuatan apa itu sabar. Agar tahu bagaimana rasanya "sabar" ya harus terjun langsung ke tempat musibah, tanyakan bagimana rasanya terkena musibah? Apa tindakannya?

2). Melatih kebersamaan di atas musibah

    Saat keadaan alam baik-baik saja, bisa jadi kita dengan tetangga susah untuk bertegur sapa. Apalagi ngobrol santai, aduh semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Mungkin Tuhan sudah kangen dengan canda tawa kita dengan tetangga atau saudara, jadi Tuhan mengumpulkan kita dalam tenda pengungsian seperti ini! Tak banyak yang tersisa dari musibah, biasanya hanya baju yang menempel di badan dan bertemu kembali keluarga yang terpencar saat musibah lalu bisa berkumpul kembali. Di sini, di tempat pengungsian para penyintas musibah tak ada yang merasa lebih kaya, lebih kuasa dan lebih hebat. Sebalikya, saat ini adalah saat semua orang merasakan hal yang sama: kehilangan.

3). Mengasah kepedulian sesama dari daerah lain.

    Saat terdengar terjadi musibah di daerah lain, banyak yang terkejut, heran dan kasihan. Maka orang yang hatinya lembut  tergerak untuk menolong dengan berbagai cara. Ada yang peduli dengan kesedihan lalu datang membawa tim rehabilitasi/ healing stres. Ada yang membawa bantuan sembako. Ada pula yang datang untuk menjadi relawan, mencari korban yang belum ditemukan, mendirikan tenda pengungsian, membangun posko darurat dan dapur umum. 

4). Melembutkan hati sesama 

    Dengan diturunkannya musibah yang banyak menelan korban jiwa, Tuhan seperti mengingatkan kita sebagai manusia agar kembali mengingat Tuhannya. Sudah lama kita diberi kesempatan hidup dengan diberi kebebasan untuk memanfaatkan alam dan seisinya dengan tetap bersyukur kepadaNya. Namun kadang banyak orang yang lalai, lupa dengan janji kita saat di rahim ibu untuk selalu taat beribadah kepadaNya. Maka dengan jalan diturunkannya musibah, manusia tersadar dan khusuk dalam berdoa. memohonkan ampun bagi korban bencana alam tersebut dan memohon bagi yang masih hidup agar selalu diberikan keselamatan dan kesehatan

Ketika akhir tahun diiringi hujan yang berkepanjangan, ini bertanda apa? Apa Tuhan tidak berkenan kita merayakan akhir tahun dengan berfoya-foya atau melakukan banyak kegiatan yang tidak bermanfaat (baca: dosa)?

Baiklah, dengan cara halus Tuhan menegur kita agar mengisi waktu luang atau hari libur dengan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri terlebih orang banyak. Diantara  kegiatan yang bermanfaat itu adalah:

a). Bersedekah kepada anak yatim piatu, orang miskin atau janda.

b). Mengumpulkan orang di masjid untuk berdoa bersama

c). Bersama keluarga membuat acara bertema kebersamaan seperti memasak bersama

d). Intospeksi diri dan membuat rencana tahun 2023 yang lebih aktual

e). Membuat goal/ tantangan diri sendiri agar lebih maju dan sukses di tahun depan.

Akhirnya dengan rendah hati kami ucapkan selamat merayakan akhir tahun dengan santun dan bijaksana.  Tak etis kita berfoya-foya bergembira berlebihan sementara di tempat lain ada saudara kita yang masih merasakan kesedihan di tenda-tenda pengungsian!

--000--

Pagak, 25-12-2022

Komentar